Diskografi

Sumber : Koleksi Pribadi dan Google

Insya Allah akan di update sepengetahuan saya karena beberapa lagu dan album masih belum dapat, sementara hanya mengambil sumber dari Wikipedia

Album Duet Franky & Jane Sahilatua

Senja Indah di Pantai (1975) / Kembalilah (1975)


Sumber foto (memories60-baru)

Sumber foto (Facebook Official Franky Sahilatua)

Menurut beberapa sumber album Senja Indah di Pantai/Kembalilah adalah Album perdana Franky Sahilatua dengan adiknya Jane Sahilatua yang dibuat tahun 1975 menurut e-book Musiku album ini ada atas bantuan Wempi Tanasale, mantan pemain bas grup Patas asal Surabaya, Franky & Jane di pertemukan dengan Nomo Koeswoyo yang kala itu mengelola perusahaan rekaman di Yukawi di Bogor. Franky & Jane akhirnya menembus dunia rekaman dengan menggarap dua album dengan lagu-lagu seperti Kembalilah atau Senja Indah Di Pantai (1975), sayang album perdana ini gagal di pasar.

Seperti keterangan diatas saya kurang begitu tahu apakah album Kembalilah atau Senja Indah Di Pantai (1975) yang merupakan album pertama pasangan duet ini yang jelas informasi yang beredar album Kembalilah merupakan album debut "resmi" kedua kakak beradik ini, berikut list lagu-lagunya :


Side A 

Side B
Sumber :
Wikipedia
Musiku

Balada Ali Topan (1976)






Album yang dirilis Duba Record  ini bukan soundtrack film “Ali Topan Anak Jalanan” yang dibintangi Junaedi H Salat dan Yati Octavia dengan musik Guruh Soekarno Putera bersama penyanyi Chrisye dan Dhenok Wahyudi .Tapi semacam inspirasi yang dikembangkan oleh novelis Teguh Esha  yang menulis Ali Topan Anak Jalanan dalam bentuk lagu yang dinyanyikan oleh duo pasangan kakak beradik Franky & Jane. Musiknya terasa folkie dan kadang menyuruk ke zona country. Seluruh lagu dan lirik yang termaktub di album yang sampul albumnya memuat sketsa Ali Topan yang digurat Jan Mintaraga ini ditulis oleh Teguh Esha. Franky dan Jane hanya tampil sebagai penyanyi saja.

Di album ini Franky dan Jane berduet pada lagu “Balada Ali Topan”,”Gelisah”,dan “Kupetik tali Gitar”. Franky menyanyikan secara solo “Hati Wanita” dan “Lurus Jalan Itu”.Sedang Jane tampil tunggal dalam lagu “Semua Itu Palsu”,”Bunga Cinta”,”Jaya Baya” dan “Hidup Ini bagai Mimpi”. Liriknya memang khas anak muda era 70-an.Lugas tanpa tedeng aling-aling .Lirik lagu dalam album ini memang seolah mempunyai benang merah dengan paparan narasi novelnya.

Keduanya memang berupaya mengimpersonate gaya menyanyi country dengan kecenderungan menggunakan suara nassal atau suara sengau . Musiknya didukung oleh Willy Soemantri (gitar),Lulu Soemaryo (saxophone,flute),Sofyan Aldin (bas),Harry Anggoman (keyboards),Nungki Satdjan (drums),Franky pun ikutan memainkan harmonika dan memetik gitar akustik.Mereka memakai nama The Best.

SIDE A 
      (Franky & Jane)
      (Jane)
      (Jane)
4.   JAYA BAYA
      (Jane)
5.   GELISAH
      (Franky & Jane)
      (Franky & Jane)
      (Jane)
      (Franky)
      (Franky)
10. LELAKI  (Instrumentalia)
      (The Best)
(semua lagu karya Teguh Esha)

Sumber :
djamandahoeloe
tembangkenangan80
dennysakrie63

Musim Bunga (1978)


Musim Bunga adalah album musik dari duo Franky & Jane yang dirilis pada tahun 1978.

Duo kakak beradik ini memang punya karakter yang khas. Perpaduan vokal keduanya melahirkan harmoni yang sulit dicari tandingannya, terlebih genre musik country folk yang mereka usung memang tidak banyak ‘pemain’nya. Album Musim Bunga ini memang bukan album pertama mereka, tapi album inilah yang menjadi titik awal popularitas mereka yang luar biasa. Album ini sukses besar di pasaran, dan bukan hanya bagus di sisi komersial tapi sekaligus menjadi salah satu album terbaik mereka. All time hits dari album ini yang masih dikenal dan sampai sekarang banyak dinyanyikan yaitu "Musim Bunga", "Bis Kota", dan "Perjalanan".

Daftar lagu 
  1. "Musim Bunga" (Franky Sahilatua)
  2. "Bis Kota" (Franky Sahilatua)
  3. "Perjalanan" (Franky Sahilatua & Yudhis)
  4. "Pengemis" (Franky Sahilatua & Pepenk)
  5. "Dari Sepi Kembali ke Sepi" (Franky Sahilatua & Yudhis)
  6. "Seorang Pelaut" (Franky Sahilatua & Tony)
  7. "Pelangi di Musim Bunga" (Franky Sahilatua)
  8. "Nyanyian" (Franky Sahilatua & Yudhis)
  9. "Benua Baru" (Franky Sahilatua & Yudhis)
  10. "Kisah Hidup" (Franky Sahilatua & Benny)
  11. "Pelabuhan" (Franky Sahilatua & Yudhis)
  12. "Pekerja" (Franky Sahilatua & Yudhis)

Sumber:
jambukarang.blogspot.com

Kepada Angin Dan Burung Burung (1978)






Setelah sukses dengan album Musim Bunga, Franky & Jane segera mengeluarkan album yang sekiranya mirip temanya dengan album Musim Bunga, yaitu tentang pemujaan alam dan balada. Maka keluarlah album ini di bawah Jackson Records. Album ini adalah album kedua Franky & Jane bersama Jackson Records atau album keempat sepanjang karir mereka. Meskipun album ini terbilang sukses, akan tetapi tidak bisa menyamai album Musim Bunga. Hits dari album ini yaitu "Kepada Angin Dan Burung - Burung", "Semusim Sekali", dan "Menunggu Bumi Senja" yang semuanya bercerita tentang alam.
           Seperti pada album "Musim Bunga", corak musik Country tetap dipertahankan sebagai ciri khas Franky & Jane dengan penggarapan yang lebih sempurna tentunya, terutama pada peningkatan permainan musik, aransemen dan lirik yang kuat.
           Dalam lagu "Jaka Tarub", Franky mengutamakan perpindahan ketukan bass 3/4 ke 4/4 kemudian pada Interlude disisipkan "trick" Jawa dengan menggantikan alat musik tradisonal oleh instrumen modern, seolah meminjam notasi gamelan Jawa. Syairnya berisi legenda rakyat Jawa yang diungkapkan secara tidak konvensional atau boleh dikatakan kontemporer.
           Penulisan lirik lagu "Semusim Sekali", imajinasi Franky dituangkan dengan baik oleh Hare yang isinya menggambarkan dambaan Franky pada petani bercelana blue jean, bekerja dengan traktor, memiliki TV, dll. Penonjolan alat musik Banjo dan Flute yang lincah memberi kesan lagu ala "Country Western".
           Lepas dari keberhasilan Jane membawakan lagu "Perjalanan"(album Musim Bunga), Franky khusus menciptakan lagu "Menunggu Bumi Senja" yang benar2 cocok dengan warna suara Jane adiknya. Lagu ini terasa benar2 berbau Folk seperti yang dibawakan Melanie Denard dengan penekanan spiritual, falsafah dengan tendens sosial dalam isi syairnya. "Total power saya ada pada lagu ini", demikian kata Franky.
           Lagu "Kepada Angin Dan Burung - Burung" terasa melankolik tapi tidak cengeng dengan lirik yang kuat ditunggangi sajian solo biola yang dominan oleh Suryati Supilin seolah bernyanyi menggantikan suara Franky & Jane. Duet gesekan biolanya bukan sekadar improvisasi, disini menunjukkan kelainan cara Franky  menciptakan lagu yang benar - benar utuh.
           Penggunaan Sound Effect dapat didengar pada lagu "Ganasnya Ombak Tak Selalu Membuat Luka" dengan kesan suasana pantai, kicauan burung camar. Terasa paduan 3 unsur yaitu sound effect, musik dan syair. Selain itu, pada lagu "Senandung Sehari - Hari" juga terdapat sound effect keributan jalan raya (suara klakson, suara mesin dll).
           Dalam album ini, Franky juga menggambarkan kebisingan dan keramaian Jakarta sebagai kota metropolitan dalam "Lagu Orang Jakarta" dengan gaya Country West. Keunikan dalam album ini terdapat pula pada lagu "Sejoli Burung Dara" yang sama sekali tidak terdengar pukulan drum. Dominasi tampak sekali pada gesekan Cello yang dipadukan dengan petikan double gitar akustik, elektrik bas, dan dipermanis oleh gesekan biola. 
           Corak musik Country benar - benar mewarnai album ini, ada "Country Folk", "Country Western", dan  ...... Country Rock jelas terasa pada lagu "Lambaian Perdu". Keseluruhan isi lirik - lirik lagu ini mengandung ajakan pada pendengar sesuai dengan misi Franky & Jane yang diarahkan pada tema spiritual.

Tracklist
  1. Kepada Angin Dan Burung - Burung (cipt. Franky & Yudhis)
  2. Semusim Sekali (cipt. Franky & Hare)
  3. Menunggu Bumi Senja (cipt. Franky & Hare)
  4. Lambaian Perdu (cipt. Franky & Hare)
  5. Jaka Tarub (cipt. Franky & Yudhis)
  6. Ganasnya Ombak Tak Selalu Membuat Luka (cipt. Franky & Hare)
  7. Pelabuhan Gilimanuk (cipt. Franky & Nurinwa)
  8. Jangan Menangis Untuk Ratih (cipt. Franky & Hare)
  9. Senandung Sehari - hari (cipt. Franky & Yudhis)
  10. Sejoli Burung Dara (cipt. Franky & Yudhis)
  11. Gembala (cipt. Franky & Yudhis)
  12. Lagu Orang Jakarta (cipt. Franky & Yudhis)

Musisi yang terlibat:
  • Aldin (Bas Gitar)
  • Willy (Melodi Gitar dan Banjo)
  • Lulu (Flute)
  • Max (drum)
  • Christ Kayhatu (keyboard dan piano)
  • Suryati Supilin (biola)
  • Pak Amat  (biola cow boy)
  • Zulkifli (cello)
  • Orkes Simphoni RRI Jakarta untuk pemain alat gesek lainnya.
  • Backing koor pada lagu Jaka Tarub dan Pelabuhan Gilimanuk: Ana Karenina, Ketty Octi'ifny, Nunny Hersiana (pelajar SMA 9 Jakarta).

Sumber :

*Blog masih dalam tahap penulisan

5 komentar: